Are you the publisher? Claim this channel


Embed this content in your HTML

Search

Report adult content:

click to rate:

Account: (login)

More Channels


Channel Catalog


Channel Description:

Pasuruan salah satu kota kecil yang masih dalam tahap pembenahan diri, ayo bersama kita kembangkan wisata Pasuruan
  • 11/29/08--21:02: Pelabuhan Pasuruan
  • Pelabuhan pasuruan adalah salah satu aset yang berharga bagi kota pasuruan, karena disinilah salah satu perekonomian kota pasuruan bertopang, banyak uang yang dihasilkan disini, mulai dari nelayan, perkayuan, expedisi, dll.

    Sebenarnya kalau untuk pariwisata pelabuhan ini sangat berpotensi banget, tapi sayangnya pemkot pasuruan kayaknya dingin-dingin aja dengan kondisi ini.
    Saat ini pemkot banyak melakukan perubahan dan merenovasi kota, tapi mungkin ada yang terlupakan disini (pelabuhan kota pasuruan).
    dulu pelabuhan pasuruan sangat ramai, dan banyak dikunjungi wisatawan, baik yang dari kota pasuruan maupun yang dari luar kota, dulu di kawasan pelabuhan ini terdapat suatu objek wisata yang sangat ramai yaitu Muara mas, suatu objek wisata yang menyediakan fasilitas pemancingan ikan, arena bermain anak, permainan air, dll. dulu dikawasan sekitar pelabuhan ini warga dapat menikmati indahnya matahari terbit di sekitar pantai utara laut jawa... mencari keong dan hewan laut, tapi sekarang pantai itu telah musnah karena dikawasan tersebut telah dibangun rumah-rumah warga(menjadi pemukiman) saya berharap suatu saat pelabuhan pasuruan menjadi obyek wisata yang indah seperti dulu.

  • 07/17/09--20:47: Gedung P3GI
  • Kemaren pas lagi jalan-jalan di kota pasuran, jadi teringat masa-masa pas skul dulu.., tiap hari minggu jalan-jalan di taman kota pasuruan. Kemaren pas lagi jalan-jalan di depan gedung P3GI yang ada di Jl Pahlawan, aku ngerasa aneh ngeliat gedung ini.., ada yang berubah.., tidak seperti dulu lagi..(apa Cuma perasaanku ajah ya??).

    Gedung P3GI ini merupakan salah satu gedung tertua dan terbesar di kota Pasuruan, gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, dimana gedung ini menjadi salah satu tempat pusat penelitian perkebunan gula.

    Menurut informasi yang pernah saya pelajari dulu di sekolah.gedung ini didirikan pada tahun 1887 dengan nama “Proefstation Oost Java” atau POJ, itu kala nama kerennya, tapi kalau orang pasuruan sendiri sering menyebut gedung itu dengan nama Prop, mungkin lidah orang pasuruan ga sama dengan lidah orang bule… he,,he… jika temen-temen ingin tau lebih jelas tentang sejarah gedung P3Gi, disini saya lampirkan yang saya kutip dari sugarresearch.org

    P3GI didirikan pada tanggal 9 Juli 1887 dengan nama “Het Proefstation Oost Java”. Ada dua hal yang melatarbelakangi berdirinya P3GI pada saat itu yakni:

    1. Menanggulangi serangan penyakit “Sereh” yang menghebat melanda hampir seluruh tanaman tebu di dunia.

    2. Mengimbangi dan memenangkan persaingan/ancaman gula bit khususnya dari Eropa

    Dari dua permasalahan tersebut ternyata P3GI mampu mengendalikan dengan dirakitnya varietas unggul tahan penyakit Sereh yakni varietas POJ 2878. Sejak berdirinya P3GI hasil varietas rakitan P3GI diberi initial POJ = Proefstation Oost Java, dan sejak tahun 1957 diberi initial PS = Pasuruan.

    Secara kronologis garis besar perjalanan sejarah P3GI adalah sebagai berikut:

    • Tahun 1885 “Het Preofstation Midden Java” untuk pertama kali didirikan di Semarang.

    • Tahun 1886 menyusul “Proefstation voor Suikerrient in West Java” didirikan di Kagok.

    • Tahun 1887 “Proefstation Oost Java” didirikan di Pasuruan, dikenal dengan nama POJ

    • Tahun 1893 Proefstation di Semarang ditutup.
    • Tahun 1990 Proefstation di Kagok dipindahkan ke Pekalongan dan akhrinya ke Semarang.
    • Tahun 1905 Proefstation di Semarang dan POJ Pasuruan secara Organisatoris menjadi satu dan pada tahun 1925 secara fisik organisatoris menjadi satu di Pasuruan.

    • 1942-1945 POJ dikuasai oleh Pemerintah Jepang.
    • Tahun 1945 Komite Nasional Indonesia mengambil alih POJ dari Pemerintah Jepang.

    • Tahun 1947 pekerjaan rehabilitasi POJ dilakukan oleh Pemerintah Belanda.

    • Dengan SK Mentan No. 229/Um/57 tanggal 10 Desember 1957 yang diperbaharui dengan SK Mentan No. 49/Um/57 tanggal 17 April 1958 POJ diambil alih Pemerintah Indonesia, dengan nama Balai Penyelidikan Perusahaan Perusahaan Gula (BP3G).
    • Status Balai tersebut oleh “Dewan Pembina” sekarang dikembalikan seperti sebelum perang, yaitu suatu Balai Penyelidikan Perusahaan Perkebunan Gula yang diurus dan dibiyayai oleh perindustrian gula sendiri.

    • Tahun 1963 BP3G pengurusannya diserahkan kepada Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Gula Negara (BPU-PPN Gula) Jakarta.

    • Dengan SK Mentan No. 344/Kpts/Um/12/1968 Menteri Pertanian membentuk “Dewan Pembina BP3G” yang diserahi tugas mengurus BP3G.

    • Tahun 1977-1978 diadakan diadakan rehabilitasi gedung BP3G yang penggunaannya diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetro pada tanggal 23 September 1978.

    • Dengan SK Mentan No. 136/Kpts/OP/3/1978 diadakan perubahan susunan keanggotaan Dewan Pembina BP3G.

    • Tahun 1986 dengan Akte Notaris telah dibentuk Asosiasi BP3G.

    • Tanggal 11 Mei 1987 rapat Dewan Pembina mengubah nama BP3G menjadi P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia).

    • Tanggal 9 Juli 1987 P3GI merayakan hari jadinya ke 100 tahun, dan bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi tersebut dilaksanakan Konferensi Gula Internasional ISSCT (International Sugar Society Conference Technology) yang dilaksanakan di Indonesia.

    Dalam kiprahnya P3GI merupakan lembaga yang mengabdi pada industri gula, secara consern berpedoman pada Tri Dharma-nya yakni: Penelitian, Pelayanan, dan Pengembangan:

    • Melaksanakan penelitian untuk meningkatkan produksi gula maupun pemanis lainnya.
    • Menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada klient (pengguna jasa) P3GI.

    • Memberikan bantuan teknis dan teknologi pada klientnya.

    Berdasar pada Tri Dharma tersebut P3GI diharapkan dapat berfungsi sebagai inovator dan merupakan ujung tombak pembangunan dan dapat:

    • Menjadi pelopor pembaharuan dalam rekayasa dan merakit teknologi baru.

    • Mengantisipasi masalah masa depan serta mencari jalan keluar pemecahannya.

    • Tanggap terhadap tantangan yang timbul sehubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

    • Membantu dalam menanggulangi kesulitan-kesulitan para pengguna jasa P3GI.

    Nah udah jelas kan sejarah tentang P3GI, semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan teman-teman di kota pasuruan. Kalo ingat gedung ini saya jadi ingat kalo dulu saya pernah dan ssering banget ngelihat acara festival Band yang sering banget diadakan di gedung ini.


  • 09/10/09--18:16: Pertapaan Indrokilo

  • Lokasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgitkasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgit
    Sumber : wisatapasuruan.net

  • 09/17/09--19:01: Candi Jawi Pasuruan

  • Candi Jawi terletak di desa Candiwates Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Candi Jawi dibangun pada abad 13 (1300 M) pada tahun 1331. Candi Jawi mengalami kerusakan akibat disambar petir, dipugar pada tahun 1938 - 1941 waktu zaman Belanda. Pada zaman itu tidak bisa dilanjutan pemugaran karena batu - batu candi banyak yang kurang, hanya dibuatkan susunan percobaan saja dibelakang candi. Lantas dipugar lagi pada tahun 1975 - 1980 zaman orde baru, batu - batunya yang kurang dibuatkan batu buatan dari semen.
    Ukuran bangunan candi tinggi 24.5 m, panjang 14.20 m dan lebar 9.5 m. Ukuran kolam (parit)
    panjang 45 sama sisi, tebal tembok 90 cm, kedalaman 2 m, lebar 3.5 m, tinggi tembok benteng 2 m. Bahan bangunan candi terbuat dari batu andesit.
    Candi Jawi peninggalan Raja Kertanegara Raja Singosari yang terakhir, yang berfungsi sebagai tempat pendarmaan Raja Kertanegara atau tempat penyimpanan abu Raja Kertanegara yang bersifat Hindu Budha. Perpaduan Hindu Budha bisa disebut juga Tentrayana. Ciri bangunan Hindu Budha ialah stupa (atap) menandakan Budha dan bawah menandakan Hindu. Bangunan Candi Jawi dibagi atas 3 (tiga) bagian yaitu kaki, tubuh, dan atap. Di bagian tubuh canal hanya memiliki sebuah ruangan yang berisi Lingga dan Yoni tetapi Lingganya tidak ada. Lingga dan Yoni itu sebagai lambang kesuburan pria dan wanita. Di keempat sisi tubuh candi terdapat relung - relung yang dahulunya berisi area yaitu area Ardanari, Durga, Siwamahaguru, Ganesa, dan Nandiswara.

    source : wisatapasuruan.net

    kategory : wisata pasuruan

  • 10/07/09--23:49: Gunung Bromo

  • Wisata ini merupakan salah wisata yang paling dicari oleh turis local dan mancanegara, banyak pesona keindahan yang ada di wisata ini. Gunung bromo di Pasuruan merupakan sebuah symbol pariwisata. Kawasan ini biasanya sangat ramai pada saat terdapat acara Upacara Kasodo (upacara keagamaan suku di sekitar gunung Bromo)

    Apa saja keindahan gunung Bromo ini??

    1. Lautan pasir Bromo

    Di gunung bromo ini terdapat lautan pasir yang luasnya sekitar 10 km2, jadi kalau teman-teman yang belum pernah lihat gurun pasir, disini bisa dijadikan alternatif agar tidak jauh-jauh ke gurun sahara atau gurun-gurun di Africa sana, di gurun seluas 10 km2 ini kita disarankan untuk tidak berjalan kaki karena selain panas yang terik, terdapat pula debu dan pasir yang ber terbangan yang membuat dada agak sesak,untuk mengatasi hal itu disana disediakan penyewaan kuda seharga Rp 70.000.

    2. Kawah Gunung Bromo

    Di kawah gunung bromo ini teman-teman dapat melihat asap-asap putih yang keluar dari kawah tersebut, untuk mencapai kawah yang berketinggian 2.392 meter dari permukaan laut tersebut, kita harus melewati sebuah tangga yang jumlahnya sekitar 250 anak tangga. Nah dari kawasan kawah gunung bromo tersebut jika kita melihat kebawah maka kita akan melihat

    suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, yaitu sebuah lautan pasir yang ditengahnya berdiri sebuah Pura.

    3. Matahari Terbit di Pananjakan Bromo

    Jika kita menginap di kawasan ini, kita tidak boleh melewatkan pemandangan indah yang terjadi tiap pagi, yaitu matahari terbit. Jika kita sudah sering melihat matahari terbit di pantai/lautan, maka disini kita bisa melihat matahari terbit di lautan pasir dan pegunungan . kita dapat melhat bentuk matahari mulai kecil sampai gedhe, Benar-benar pemandangan yang tidak ada duanya

    Sebenarnya masih banyak tempat wisata lain yang akan kita jumpai di sekitar kawasan gunung Bromo ini, diantara kebun Apel, kebun teh, dan arung jeram. Semua wisata itu terletak di beberapa daerah/desa disekitar pegunungan.

    Jadi kalau ada rencana berlibur jangan lewatkan wisata yang eksotis ini yach…

    Salam dari wisata pasuruan.


  • 11/12/09--17:12: Daftar Hotel di Pasuruan












  • Hotel Bahtera
    Jl. Wilis 19-21 Prigen
    Telp : 0343-881502

    Taman Candra Wilwatikta
    Jl. Candra Pandaan
    Telp : 0343-631841-2

    Hotel Candra
    Jl. Raya Candra Pandaan
    Telp : 0343-631642

    Hotel Dirgahayu I.R
    Jl. Ijen 5 Prigen
    Telp : 0343-881239

    Hotel Foresta
    Jl. Wilis 511 Prigen
    Telp : 0343-881201


    Hotel Kalimas
    Jl. Pesanggrahan 26 Prigen
    Telp : 0343-897420

    Hotel Malabar Jaya
    Jl. Malabar 20 Prigen
    Telp : 0343-881498

    Hotel Mirama
    Jl. Merapi 60 Prigen
    Telp : 0343-591066

    Hotel Natour Tretes
    Jl. Pesanggrahan 2
    Telp : 0343-881776-777

    Hotel Nasional
    Jl. Sukun 4
    Telp : 0343-422039

    Hotel Pandurata
    Jl. Raya Trawas 227 Prigen
    Telp : 0343-881522

    Hotel Pasuruan
    Jl. Nusantara 46
    Telp : 0343-897700

    Hotel Pesanggrahan
    Jl. Pesanggrahan Tretes
    Telp : 0343-591126

    Hotel PW. Has Indah
    Jl. Pasar Baru II/48
    Telp : 0343-499142

    Hotel Sampeyan
    Jl. A. Yani 8 Bangil

    Surya Hotel & Cottage
    Jl. Taman Wisata Prigen
    Telp : 0343-881911

    PW Sawo
    Jl. Pecalukan 585 Prigen
    Telp : 0343-846946

    Hotel Tretes
    Jl. Gaja Mada 6-7 Prigen
    Telp : 0343-881700

    Hotel Nasional
    Jl Sukun 4 Pasuruan
    Telp : 0343-422039

    Hotel Tretes Raya
    Jl. Malabar 166 Prigen
    Telp : 0343-7705000

    Hotel Semeru Park
    Jl Ir H Juanda 3 Pasuruan
    Telp : 0343-424863

    Hotel BJ Perdana Resort
    Jl Sultan Agung 21 Pasuruan
    Telp : 0343-417333, 417334



    Danau Ranu Grati merupakan salah satu obyek wisata alam kabupaten pasuruan. Dengan luas 198 hektar ini, Danau Ranu Grati ini terletak diantara 3 desa di kecamatan Grati, yaitu Desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon. Jumlah penduduk yang bermukim di sekitar Ranu Grati sekitar 18.564 jiwa. Lokasi danau Ranu Grati berada di sebelah selatan tidak jauh dari jalan pantai utara diantara ruas Pasuruan - Probolinggo. Di Danau Ranu Grati ini mulai dulu sampai sekarang banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari penghasilan mencari ikan, dikawasan Danau Ranu Grati (biasanya disebelah barat) banyak berdiri keramba untuk menangkap ikan.

    Ada hal cerita menarik yang ada di Danau Ranu Grati ini, saya sendiri belum tahu ini benar atau tidak, tapi cerita ini mulai ada dari nenek saya dulu, dan penduduk sekitar juga membenarkan cerita ini. Menurut cerita yang ada bahwa di danau Ranu Grati ini dulunya ada tentara Belanda yang membawa Pasukannya (memakai peralatan Tank Amphibi) untuk melewati Danau ini, sebelum mereka melewati Danau ini mereka sudah diperingatkan oleh penunggu Danau untuk tidak melewatinya, karena bagi siapa saja yang mencoba melewati danau itu tidak akan bisa kembali,dikarenakan di danau itu ada sebuah lobang besar yang berbentuk kerucut terbalik (kalau dibayangkan keadaan danau seperti jam pasir), tetapi tentara belanda tersebut tidak menghiraukan peringatan dari Sang Penunggu Danau, mereka melewati danau tersebut dan sampai saat ini tidak pernah ada yang menemukan tentara tersebut.

    Sekitar tahun 2000 an, pemerintah kabupaten Pasuruan mulai memperkenalkan wisata Danu Ranu ini, yaitu dengan diselenggarakannya berbagai kegiatan dan event tingkat Nasional, seperti event yang pernah saya hadiri dulu yaitu Lomba Olah Raga Air tingkat Jawa-Bali. Mungkin dengan adanya kegiatan ini pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap dapat memperkenalkan Wisata Danau Ranu ini ke masyarakat Indonesia.


    Untuk menuju ke Wisata Danau Ranu ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Pasuruan dan Probolinggo dan 90 menit dari kawasan wisata Gunung Bromo

  • 12/23/09--23:27: Kebun Raya Purwodadi
  • Kebun raya purwodadi adalah salah satu wisata andalan di kabupaten pasuruan, kebun raya purwodadi berdiri pada 30 januari 1941, dimana awal berdirinya kebun raya purwodadi ini difungsikan sebagai penelitian tanaman perkebunan di Indonesia.
    Saat ini selain sebagai tempat penelitian perkebunan, kebun raya purwodadi juga sebagai salah satu taman wisata bagi wisatawan local, setiap hari kebun raya purwodadi ini banyak dikunjungi wisatawan yang ingin merefreshingkan dirinya yang tiap hari sibuk dengan aktifitas sehari-hari dan kepengapan polusi udara. dulu, saya sendiri sering banget berkunjung ketempat ini, hanya sekedar ingin jalan-jalan sambil cuci mata melihat muda mudi yang bergandengan tangan berjalan melewati petak-petak tanaman,
    tak jarang pula melihat pasangan yang sedang mojok (pacaran disudut sepi dibawah pohon), jadi cerita masa lalu nich.., ok lanjut aja dech.., di kebun raya ini ada ribuan koleksi tanaman, yang dibagi menjadi 8 jenis, diantaranya:
    1. Koleksi Anggrek, untuk kategori anggrek ini diletakkan di rumah kaca ada juga yang di luar, yang letaknya disebelah barat taman. Ada ratusan spesies anggrek ada disini. Bagi penggemar anggrek bisa melihat koleksinya disini.
    2. Koleksi bambu, untuk kategory bambu ini kebun raya purwodadi mempunyai 30 jenis bambu, yang diantaranya diambil dari pulau jawa, sulawesi, maluku, dan dari luar negeri seperti Thailand, china, dan birma.untuk tanaman bambu ini terletak disebelah selatan kebun raya.
    3. Koleksi Palem, untuk kategori palem ini terletak ditengah kebun raya, palem ini merupakan salah satu tanaman yang berumur ratusan tahun.
    4. Koleksi Paku, untuk kategori tanaman paku ini kebun raya purwodadi mempunyai 60 jenis tanaman paku. Tanaman paku ini terletak disebelah timur kebun raya yang lokasinya dekat dengan sungai dan air terjun yang ada disana.
    5. koleksi Polong-polongan, untuk kategori polong – polongan ini kebun raya purwodadi mempunyai 157 jenis tanaman polong – polongan, yang terdiri dari 70 marga. Untuk kategori ini berada disebelah utara kebun raya.
    6. Koleksi Obat, untuk kategori ini berada di sebelah timur kebun raya,. Untuk tanaman obat ini saya belum mengetahui jelas detailnya, yang pasti saya melihat banyak buah mengkudu/pace disana.

    Kebun raya purwodadi ini dapat dicapai dari kota pasuruan, Surabaya, dan malang.
    Jika kita dari Surabaya memerlukan waktu sekitar 1.5 jam perjalanan, dari kota malang butuh waktu sekitar 30 menit, dan jika dari kota pasuruan butuh waktu sekitar 30 menit. Lokasi kebun raya purwodadi ini juga dekat loh dengan kawasan wisata bromo kurang lebih 45 menit, nah kalau udah ada yang pernah ke gunung bromo tak ada salahnya berkunjung ke kebun raya purwodadi.



    Salam dari pasuruan.

  • 03/24/10--21:35: Wisata Banyu Biru Pasuruan

  • Wisata Alam Banyu Biru adalah salah satu wisata favorit di Pasuruan, di banyu biru ini terdapat 4 kolam renang dan beberapa play ground. dari 4 kolam renang tersebut 2 diantaranya adalah kolam renang asli yang airnya dari sumber, air berwarna putih jernih agak kebiru-biruan, warna keliatan agak biru karena air sumber yang dalam.Wisata Alam banyu biru terletak disebelah Selatan kota Pasuruan,sekitar 30 menit perjalanan dari kota Pasuruan.


    Di Wisata Banyu biru ini rame dikunjungi pada saat akhir pekan, dan jika pada saat ada event tertentu seperti pada saat lebaran hari ketujuh (kupatan).ada yang menarik dari cerita asal usul wisata banyu biru ini, cerita ini saya kutip dari note di facebook temen, yukz kita simak ceritanya,
    Para pedagang yang datang dari semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru di tanah air kita khususnya kerajaan Majapahit pada waktu itu. Agama islam yang di bawanya serta cepat sekali meresab dalam hati rakyat terutama rakyat kecil yang pada mulanya selalu hidup dalam lingkungan kasta dan perbedaan sesial lainnya. Pelan tapi pasti kerajaan Majapahit yang dulu di bangun dengan menelan korban harta dan jiwa mulai memudar cahayanya.
    Selain disebabkan oleh pengaruh agama islam terdapat pula factor lain yang mempercepat keruntuhan yaitu terpecah belahnyapersatuan diantara pemimpin oleh seorang perwira Majapahit yang telah memeluk agama Islam yaitu Raden Patah lambat laun menampakkan kewibaannya.
    Majapahit hancur berantakan, sebagian besar rakyatnya ikut memeluk agama nenek moyangnya. Mereka banyak yang melarikan diri kedaerah lain. Tempat
    lainnya yang menjadi daerah pelariannya yaitu disebelah selatan kabupaten
    Pasuruan, sekarang orang mengenalnya dengan daerah Tengger. Diantara sekian banyak pelarian dari Majapahit itu terdapat dua orang bekasprajurit Majapahit yang terdampar disebuah hutan yang sekarang lebih terkenal dengan nama desa Sumberejo, kecamatan Winongan kabupaten Pasuruan. Dua
    orang tersebut masing-masing bernama KEBUT dan TOMBRO.Hutan itu mereka babat untuk di jadikan daerah pemukiman baru. Oleh
    kerena pada saat itu banyak sekali tumbuhan pohon pinang maka daerah baru itu lebih terkenal dengan nama Jambaan ( Jambe = pinang, jawa ). Sampai sekarangnama jambaan masih ada dan menjadi salah satu pendukuhan desa Sumberejo.Dua orang bekas prajurit itu hidup dengan tenang dan untuk makannyasehari-hari mereka mengelola tanah. Selain hidup bertani Kebut juga membuka bengkel pandai besi. Sejak dulu dia memang terkenal sebagai empu yang mahir
    dalam membuat keris dan senjata tajam lainnya, barang peninggalannya yang berupa paron masih dapat disaksikan dan terletak disebelah makamnya yang terdapat dalamkomplek pemandian Banyu Biru. Sedangkan tombro yang hanya bertani saja tapi namanya lebih menonjol daripada kebut.
    Pada suatu hari kerbau peliharaan Tombro dilepas dari kandangnya. Sebagaimana kebiasaan setiap hari. Kedua ekor kerbau itu mencari makan sendiri tanpa
    ditemani oleh tuannya maupun gembala yang seharusnya mengawasinya. Begitulah kebiasaannya kalau kebetulan bintang-bintang itu tidakdipekerjakan disawah. Sore harinya pulang kekandang yang berdiri di belakang rumah pemiliknya. Tetapi pada hari itu ketika Tombro hendak menutup pintukandang ternyata tidak melihat batang hdung kerbau-kerbaunya. Bergegaslah dia berangkat mencari ke hutan yangada disekitar desanya. Tidak begitu sulit
    mencarinya sebab dia melacak berdasarkan telapak kaki kerbaunya. Ternyata kedua ekor kerbau itu sedang asyik berkubang disebuah kolam kecil yang tidak pernah di
    ketahuinya Tombro berteriak-teriak agar hewan-hewan peliharaannya itu bangkit dan pulang kekandang .Rupanya kerbau itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya Tombro mendekat dan Tombro agak terkejut sebab kerbau-kerbau itu ternyata telahterperangkap dalam lumpur. Segera dipetiknya empat lembar daun keladi yang banyak tumbuh di sekitarnya. Keempat daun itu dia hamparkan didepan kedua ekor
    kerbau itu. Sekali lagi Tombro membentaknya tampak kedua ekor kerbau itu bergerak dan ujung kakinya menggapai daun keladi lalu tiba-tiba bangkit dan keluar
    dari kubungan. Hewan-hewan itu lari terbirit-birit pulang kekandangnya. Sepeninggal hewan-hewan peliharaannya Tombro berdiri sejenak dipinggir
    kolam kecil itu. Di pandangnya kolam itu dan kini dia tidak lagi menyaksikan lumpur yang keruh tapi sebuah kolam yang penuh dengan air yang jernihsehinggadasarnya yang berpasir itu kelihatan nyata. Bahkan disela-selah ranting yang berada didasar kolam tampak dua ekor ikan sengkaring sedang asyik berenangkian kemari. Menurut cerita dari masyarakat kedua ekor ikan itu lambat laun berkembang biak hingga sekarang. Pengunjung pemandian yang kebetulan datang
    dapat menyaksikan ikan-ikan itu, jumlahnya telah berlipat ganda dan berenang kian kemari seolah-olah berlomba dengan para pengunjung pemandian yang sedang mandi. Dari jernihnya air dasar pasir bebatuan sehingga airnya kelihatan biru. Dengan ditemukannya kolam ajaib itu maka penduduk jambaan banya datang menyaksikannya. Sejak itu para penduduk memeliharanya dengan baik. Dan kolam tersebut dinamakan Banyu Biru.
    Kabar tentang ditemukannya kolam aneh itu sempat didengar oleh Bupati Pasuruan yang bernama Raden Adipati Nitiningrat. Bersama-sama seorang pembesarbelanda yang bernama P.W Hopla ( sesuai dengan prasasti yang tertulis dengan huruf jawa ) kedua orang itu ikut pula menyaksikannya. Kolam itu kemudian
    dibangun oleh pemerintah Belanda dengan nama Telaga Wilis. Telaga ini dibangun terus oleh orang-orang belanda dijadikan pemandian umum. Untuk memperindah
    pemandian ini dibuat taman-taman bunga dan dilegkapi dengan berjenis-jenis patung yang diambil dari Singosari Malang.
    Selain memelihara kerbau Tombro juga memelihara kera. Setelah wafat pak Tombro dimakamkan didekat pemandian dan kera-kera itu berkembang biak hinggaberatus-ratus ekor. Pada waktu pendudukan Jepang, kera-kera itu habis ditembaki dan sisanya menyingkir kehutan di dekat desa Umbulan yang terkenal dengan sumber air
    minumnya.
    Sedangkan cerita pak Kebut tidak banyak dibicarakan orang karena dia hanya menekuni pekerjaannya sebagai pembuat alat pertanian. Dia dimakamkan berjajar dengan makam istrinya yang bernama mbok Kipah. Dipinggir kolam renang lama disebelah utara tiap hari Jum’at orang-orang Tosari banyak berziarah kemakam tersebut. Menurut cerita penduduk setempat setiap ada orang yang berusaha memindahkan paron yang berada didekat makamnya meka keesokan harinya paron itu akan kembali ketempat asalnya.Kira-kira pada tahun 1980 patung-patung yang banyak bersejarah ditaman pemandian itu dikumpulkan disatu tempat dan dilindungi oleh seksi Kebudayaan
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. Tempat itu berada didalam kompleks pemandian yang sekarang lebih terkenal dengan nama Banyu Biru .
    Letak Geografis : Jarak dari kota kurang lebih 20 Km
    Luas wilayah Banyu Biru kurang lebih 4 hektarWilayah desa Sumber RejoKecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Kera – kera yang di pelihara oleh penemu Banyu Biru ( P. tombro ) berkembang biak hingga beratus – ratus ekor. Pada waktu pendudukan Jepang kera-kera itu habis ditembaki dan sisanya menyingkir kehutan di dekat desa Umbulan yang terkenal dengan sumber air minumnya.Banyu Biru 1920Prasasti – prasasti tersebut terdiri atas 11 buah patung antara

    lain :
    1. 1 volkaning dari pemda Kabupaten Pasuruan dengan bahasa Belanda bertahun 1921

    2. 1 prasasti bahasa dan huruf jawa tahun 1847

    3. 1 patung betara siwa dengan membawa senjata trisula

    4. 1 patung ganesya

    5. 1 patung 2 ekor naga berbelit dan lain – lainnya yang kami sendiri tak bisa
    Terdapat prasasti tertulis diatas batu pualam dengan huruf jawa yang berbunyi :

    Telaga Wilis

    Rinenggo winangun arja, dening tuan pawalopean. Manulyo tusdhani prasamya
    nalika, panjenengane Kanjeng Adipati Nitiadi Ningrat singkalan “ Wisayaning panditha kaloking nat ” . Utawi tahun – tahun Weladeni 1847
    Ø Air yang ada di banyu Biru adalah air sumber dan ceritanya setiap hari Jum’at
    legi orang yang mandi dan berendam disana akan awet muda dan mendatangkan
    berkah.
    Ø Pada hari raya ketupat bila datang ke Banyu Biru untuk menabur uang logam

    ketelang ( bagian terdalam / tempat sumber ) dan segenggam ketupat serta

    nyadran ( selamatan ) di makam raja kera dapat membuang sangkal atau

    kesialan.


    Puspo merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten Pasuruan, Puspo juga merupakan salah satu gerbang akses menuju ke kawasan wisata Tengger Bromo

    Daerah Puspo memiliki ketinggian sekitar 500 -1000 meter diatas permukaan laut, dimana salah satu tempat yang sangat cocok untuk berlibur dan menikmati udara segar.


    Biasanya di daerah Puspo ini seringkali dipakai untuk outbound, karena memang selain hawa dan udara yang sejuk, disini juga juga banyak terdapat hutan-hutan yg sangat cocok untuk dipakai acara outbond.

    Dari pusat kota Pasuruan untuk mencapai daerah puspo diperlukan sekitar 40 menit perjalanan naik motor, hati-hati kalau melewati daerah Puspo karena selain jalannya yang berkelok-kelok, di puspo juga setiap hari selalu berkabut.